Selasa, 29 November 2016

URGENSI SEJARAH (Bagian 1) Oleh: Shabrun Jamil -- Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Kab. Tangerang

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahilladzii Shadaqa Wa'dah Wa Nashara 'Abdah
Wa A'azza Jundahuu Wa Hazamal Ahzaabba Wahdah
Allaahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammad
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Wa Man Waalah.

Ammaa Ba'du.

URGENSI SEJARAH



Sebanyak dua pertiga dari isi keseluruhan Al-Qur'an Al-Karim adalah kisah masa lalu. Kisah di sini adalah sebuah realita yang telah berlalu, dan itu yang disebut dengan sejarah.  "Yang lalu biarlah berlalu", ungkapan tersebut memiliki relevansi dalam konteks memaafkan kesalahan orang lain yang bersifat individu, bukan dalam konteks sejarah.  Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18 sangat menekankan pentingnya memperhatikan sejarah untuk keberlangsungan masa depan. Kita memang tidak hidup pada masa lalu, tetapi masa lalu akan membawa kita ke masa depan.

Pesan-pesan sejarah dapat kita tangkap untuk kembali menciptakan sejarah. Allah Ta'ala memberikan tuntunan kepada kita bahwa untuk mencapai masa depan, kita harus menoleh sebentar ke masa lalu. Sejarah memberikan kita pelajaran yang sangat berharga bagi kita sebagai pelaku sejarah, agar kita dapat menciptakan sejarah yang benar.

Al-Qur'an Surah Hud ayat 120 menjelaskan kepada kita tentang empat fungsi sejarah: Wa kullan naqusshu 'alaika min anbaa-irrusuli maa nutsabbitu bihii fu-aadaka wa jaa-aka fii haadzihil haqqu wa mau'idzatuwwadzikraa lil mu'umininn.
"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu kami teguhkan hatimu, dan di dalamnya telah Kami teguhkan kepadamu (segala) kebenaran, nasehat (pelajaran), dan peringatan bagi orang yang beriman."

Empat fungsi sejarah menurut ayat tersebut di atas adalah:
1. Sejarah berfungsi sebagai peneguh hati.
2. Sejarah berfungsi sebagai pengajaran.
3. Sejarah berfungsi sebagai peringatan.
4. Sejarah berfungsi sebagai sumber kebenaran.

Dari masa ke masa, sejarah dan peradaban Islam menjadi bagian terpenting yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan kaum muslimin. Melalui pemahaman sejarah dengan baik dan benar, kaum muslimin dapat bercermin untuk mengambil banyak pelajaran, dan membenahi kesalahan dan kekurangan di masa lalu sehingga kejayaan dan kemuliaan dunia dan akhiran akan dapat diraih.

Keberadaan sejarah dapat memberikan kesadaran waktu, yaitu kesadaran bahwa kehidupan akan senantiasa mengalami, pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan.

Menurut Louis Gotschalk dan Nugroho Notosusanto, ada enam manfaat dari sejarah, yaitu:
1. Edukatif.
2. Inspiratif.
3. Instruktif.
4. Rekreatif.
5. Pendidikan politik.
5. Pendidkan masa depan.

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU  ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar