Jumat, 18 November 2016

MEMBUKTIKAN KEAGUNGAN AL-QUR'AN (BAGIAN 1)

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaa-i Wal Mursaliin.
Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin.
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.

Ammaa Ba'du.

MEMBUKTIKAN KEAGUNGAN AL-QUR'AN (BAGIAN 1)

Apakah kita meyakini mukjizat Al-Qur'an? Saya yakin kita semua pasti menjawab bahwa tanpa diragukan lagi kita  seratus persen meyakini mukjizat Al-Qur'an.

Nabi Muhammad shallaahu 'alaihi wa sallam diberikan bukti secara langsung oleh Allah Ta'ala akan kerasulannya dengan selalu bertemu Malaikat Jibril, dan diperjalankan olehNya dengan peristiwa Isra dan Mi'raj.

Nabi Ibrahim 'alaihissalam sangat penasaran dengan pembuktian Tuhannya, apalagi ayah dan ibunya serta  saudara-saudaranya adalah penyembah patung. Allah Ta'ala menyuruhnya memotong seekor burung menjadi empat bagian, lalu masing-masing bagian yang terpisah diletakkan di empat sudut yang letaknya berjauhan. Kemudian Nabi Ibrahim 'alaihissalam disuruh untuk memanggil burung tersebut. Atas mukjizat yang diberikan oleh Allah Ta'ala, potongan-potongan burung itu menyatu kembali dan terbang.

Kita sebagai ummat Nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam pun membutuhkan pembuktian mukjizat Al-Qur'an, sebagai penguat keimanan kita.

Seorang Ilmuwan Perancis, Maurice Buchail, menyatakan keislamannya setelah menemukan banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang terbukti dengan fenomena alam. Seperti peredaran matahari pada porosnya (Surah Yasin) dan terpisahnya air laut yang asin dan air laut yang tawar di wilayah perairan Bahrain dan Brazil (Surah Ar-Rahman).

Ada pula seorang pakar genetika, Robert Guilhem, yang mendekarasikan keislamannya setelah terkagum-kagum dengan ayat Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah ayat 228) yang berbicara tentang masa 'iddah (yaitu masa tunggu selama tiga bulan bagi wanita, untuk boleh menikah lagi) bagi wanita muslimah yang dicerai atau ditinggal mati oleh suaminya seperti yang diatur dalam Islam.

Dalam penelitiannya Gulheim membutktikan bahwa jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga bulan. Ia yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnuya pada perempuan. Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan, maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25 - 30 persen. Dan, setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan.

Dalam penelitian Guilhem terhadap wanita-wanita non muslim di Amerika Serikat, ditemukan bahwa sebagian besar dari mereka memiliki 2 sampai 3 sidik laki-laki. Berarti kebanyakan dari mereka memang bersetubuh dengan lebih dari satu lelaki. Bahkan dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa istrinya sendiri memiliki rekam sidik laki-laki selain darinya. Berdasarkan hasil tes DNA, dari tiga anaknya dengan istrinya tersebut, hanya satu yang memiliki sidiknya, sedangkan dua anaknya yang lain memiliki lebih dari satu sidik laki-laki.

Kesimpulan dari Hipotesis Guilhem, wanita muslimah adalah wanita yang paling bersih di dunia.

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar