Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Al-Hamdu Lillaahilladzii Arsala Rasuulahuu Bil Hudaa Wa Diinil Haqq
Li Yudzhirahuu 'Aladdiini Kullihii Wa Kafaa Billaahi Syahiidaa
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaa-i Wal Mursaliin
Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin
Ammaa Ba'du.
'An Abii Ruqayyah Tamiim ibnu Aus Ad-Daari radhiyallaahu 'anhu annannabiyya shallaahu 'alaihi wa sallama qaala: Addiinu An-Nashiihatu, qulnaa liman? qaala: lillaahi wa li kitaabihii wa lirasuulihii wa li a-immatil muslimiina wa 'aammatihim (rawaahu muslim).
"Dari Abi Ruqayyah Tamim ibnu Aus Ad-Daari radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Agama adalah nasehat, kami bertanya: Untuk siapa? Nabi menjawab: Untuk Allah, untuk KitabNya, untuk RasulNya, untuk pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan ummat mereka (HR. Muslim)."
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa yang termasuk nasehat kepada Allah adalah dengan berjihad melawan orang-orang yang kufur kepadaNya dan berdakwah mengajak manusia ke jalan Allah. Makna nasehat untuk Allah adalah beriman kepadaNya, menafikan sekutu bagiNya, tidak mengingkari Sifat-sifatNya. mensifatkan Allah dengan sifat-sifat yang sempurna dan mulia, mensucikan Allah dari semua sifat-sifat yang kurang.
Syeikh Muhammad Hayat As-Sindi rahimahullah menyatakan bahwa yang dimaksud dengan nasehat untuk KitabNya adalah dengan meyakini bahwasanya Al-Qur'an itu Kalamullah Ta'ala. Oleh karenanya kaum muslimin wajib mengimani kandungannya, wajib mengamalkannya, memuliakannya, dan membacanya dengan sebenar-benarnya, mengutamakannya dari selainnya, serta penuh perhatian untuk mendapatkan ilmu-ilmunya.
Maksud dari nasehat untuk Rasulnya adalah, meyakini bahwa beliau adalah seutama-utama makhluk dan kekasihNya. Allah mengutusnya kepada para hambaNya agar beliau mengeluarkan mereka dari segala kegelapan kepada cahaya, menjelaskan kepada mereka hal-hal apa yang membuat bahagia dan hal-hal apa yang membuat sengsara, menerangkan kepada mereka jalan Allah yang lurus agar mereka mendapatkan kenikmatan surga dan terhindar dari kepedihan api nereka, serta dengan mencintainya, memuliakannya, mengikutinya, agar tidak ada kesempitan di dadanya terhadap apa-apa yang beliau shallahu 'alaihi wa sallam putuskan.
Arti dari nasehat untuk para pemimpin kaum muslimin adalah, ketaatan kepada pemegang urusan kaum muslimin selama bukan dalam perkara maksiat, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah Ta'ala. Nasehat untuk pemimpin kaum muslimin juga berarti, memperbaiki keadaan mereka, membersihkan kerusakan mereka, menyeru mereka kepada kebaikan, melarang mereka dari kemungkaran, serta mendo'akan mereka agar mendapat kebaikan, sebab dalam kebaikan mereka berarti kebaikan juga bagi rakyat, dan kerusakan mereka berarti kerusakan pula bagi rakyat.
Maksud dari nasehat untuk kaum muslimin pada umumnya adalah dengan menolong mereka dalam hal kebaikan, melarang mereka berbuat keburukan, membimbing mereka kepada petunjuk, mencegah mereka dari kesesatan, Karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah, maka haruslah bagi seorang hamba untuk memandang mereka dengan lensa yang satu, yaitu lensa kebenaran.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar