Bismillahirrahmanirrahim.
Al-Hamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaai Wal Mursaliin, Sayyidinaa Wa Mawlaana Muhammadin, Sayyidil Khalaaiqi Wal Basyar, Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
What month is this month? November? Sorry, I don't mean that month of AD, although you HAVE answered correctly. I mean the Lunar or Hijriyah month. Thus, the appropriate answer is RABI'UL AWWAL.
What's on in Rabi'ul Awwal?
This month is the third month in the Islamic calender. The majority of Muslims believe the date of birth of Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam to have been on the twelfth of this month. Rabi' Al-Awwal or Rabi'ul Awwal means First Spring (Rabi' = Spring and Awwal = First). So the Prophet Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam is believed to have been born on the first spring.
The Prophet Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam was born in state of full of love, peace, and mercy. Everything in this universe is greeting him. The Almighty ALLAH Ta'ala attributes His Greeting as special blessing for the ultimate Prophet. His Angels also convey their greetings to Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. What about us? We are completely told to convey our greetings to our beloved Prophet Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Even trees, stones, and animals know that Muhammad is the chosen creature to be the ultimate Prophet with all the love and peace in the universe.
If we really want to reach Allah's love, we have to follow the Prophet Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. That is truly definite. Denying the ultimate Prophet is such a big sin? It is impossible to love Allah Ta'ala without loving Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. The mercy of Allah Ta'ala cannot reach us except by means of the Prophet Muhammad, by believing in him, loving him, being loyal to him and following him. This is the means by which Allah Ta'ala will save us from punishment in this world and The Hereafter. In other words, the good and the safe life in this world and the Hereafter is merely reached by means of loving Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Have we loved Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam until he is dearer to our own selves?
How many times do we recite Shalawat upon Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam a day?
Have we applied his Sunnahs (his teachings) in our daily life?
O our beloved Prophet....we are really missing you.....
SHALLUU 'ALANNABIYY.....
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Senin, 20 November 2017
Kamis, 16 November 2017
SABAR ITU MEMANG KEREN (BAGIAN KE-2) Oleh: Shabrun Jamil Baharun (Orang Awam Pegiat Dakwah Bekerja Sebagai PAIF Kemenag. Kab. Tangerang)
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaai Wal Mursaliin.
Sayyidinaa Wa Mawlaanaa Muhammadin.
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
Allah S.W.T. telah menjelaskan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imron ayat 200, bahwa empat kunci kemenangan dan keberhasilan adalah: SABAR, DAYA TAHAN SABAR, PERSIAPAN UNTUK MEMBUAT LANGKAH SELANJUTNYA alias move on, dan setelah itu: TAQWA. Kesabaran yang tanpa move on tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Allah S.W.T. telah menciptakan alam semesta, dan alam semesta ini selalu bergerak. Ada hukum tarik menarik (Law of Attraction) di alam semesta ini, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, kita pun harus mengikuti hukum alam tersebut. Untuk itu kita harus selalu bergerak mengikuti irama alam ini. Apakah sama kesabaran yang selalu bergerak (dinamis dan move on) dengan kesabaran yang hanya berdiam diri (statis)?
Tangkaplah cahaya Ilahi dengan kesabaran. Kesabaran bagi manusia merupakan Dhiya (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan hidup di dunia. Demikian pesan Nabi Muhammad s.a.w. melalui riwayat Imam Muslim. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. mengagumi seorang mukmin yang bila ia memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur, dan bila ia ditimpa musibah, ia memuji Allah dan ia bersabar. Berarti bukan hanya ketika bersyukur kita memuji Allah S.W.T., ketika bersabar (karena ditimpa musibah) pun kita tetap memuji Allah. Dalam Hadits riwayat Turmudzi, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka.”
Ada beberapa alasan mendasar mengapa kita harus menggali lebih dalam kesabaran kita dalam hidup. Orang-orang yang bersabar akan menikmati kesehatan mental yang lebih baik. Orang-orang yang bersabar tidak akan banyak mengalami depresi dan emosi negatif, sebab mereka mampu mengatasi situasi-situasi yang membuat orang emosi dan tertekan. Mereka juga memposisikan diri mereka untuk berpikir waras dan merasa terkoneksi dengan hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan, serta memiliki perasaan yang lebih lepas dan bebas. Orang-orang yang bersabar akan menjadi teman yang lebih baik dan tetangga yang lebih baik. Dalam hubungan atau relasi antar personal, kesabaran akan membentuk sebuah kebaikan. Bayangkanlah seorang sahabat yang dapat membuat kita merasa nyaman ketika kita berada dalam keadaan hati yang sedang remuk dirundung masalah yang sangat berat yang sepertinya sulit untuk dihilangkan. Bahkan orang-orang yang sabar cenderung lebih kooperatif, memiliki rasa empati, dan biasanya lebih pemaaf. Dalam hubungan berkelompok, kesabaran dapat menjadi salah satu dari fondasi masyarakat yang berperadaban. Kesabaran akan menjadi perekat kebersamaan dalam bermasyarakat.
Kesabaran akan membantu meraih tujuan-tujuan kita. Jika kita ingin meraih tujuan yang telah dirancang dan mencapai keberhasilan, maka kita harus mengasah dan mengelola kesabaran kita. Bukan berarti kita hanya duduk dan menunggu saja. Sekali lagi bukan. Malah kita harus mengerjakannya terlebih dahulu, menempatkan fondasinya, kemudian membangunnya. Manakala kita mengabaikan proses alam ini, itu sama artinya kita melawan hukum alam, dan akhirnya kita akan terpental.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
SABAR ITU MEMANG KEREN (BAGIAN I) -- Oleh: Shabrun Jamil Baharun (Orang Awam Pegiat Dakwah Bekerja Sebagai PAIF Kemenag. Kab. Tangerang)
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaai Wal Mursaliin
Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin
Wa 'Alaa Alihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
Allah S.W.T menciptakan, memelihara dan membina alam semesta ini (termasuk manusia sebagai makhlukNya) dengan keMahaSabaranNya. Allah S.W.T. amatlah Sabar dengan segenap kekuasaan dan kehebatanNya. Dia Maha Sabar sekalipun kesabaranNya tidak akan pernah mampu memberikan ancaman bahaya dan rasa sakit terhadap diriNya. Sangat berbeda dengan TuhanNya, kesabaran manusia kadang disebabkan karena kelemahannya menghadapi sesuatu atau bisa pula ketika takut terhadap seseorang. Namun demikian, kelemahan manusia yang seperti itu dapat ditutupi dengan kesabaran. Kesabaran pada dasarnya akan menguatkan manusia, bukan melemahkan. Sabar merupakan sebuah kekuatan, dan tidaklah sabar itu menjadi sebuah kelemahan. Ada “rahasia di balik rahasia” dalam kesabaran itu sendiri. Ada kekuatan dahsyat yang akan muncul dari kesabaran yang dilakoni.
Kesabaran dan kedisiplinan diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Kita harus bersabar untuk menjadi sabar. Ketika seseorang bertahan menghadapi masalah dalam situasi yang sulit, bukan berarti dia hanya duduk berpangku tangan dan hanya menunggu keajaiban yang akan terjadi. Kesabaran tidaklah sama dengan mengabaikan waktu. Untuk mencapai kemajuan dan kemenangan, kesabaran harus dibarengi dengan daya tahan sabar itu sendiri, juga persiapan untuk membuat langkah selanjutnya ataupun move on.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaai Wal Mursaliin
Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin
Wa 'Alaa Alihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
Allah S.W.T menciptakan, memelihara dan membina alam semesta ini (termasuk manusia sebagai makhlukNya) dengan keMahaSabaranNya. Allah S.W.T. amatlah Sabar dengan segenap kekuasaan dan kehebatanNya. Dia Maha Sabar sekalipun kesabaranNya tidak akan pernah mampu memberikan ancaman bahaya dan rasa sakit terhadap diriNya. Sangat berbeda dengan TuhanNya, kesabaran manusia kadang disebabkan karena kelemahannya menghadapi sesuatu atau bisa pula ketika takut terhadap seseorang. Namun demikian, kelemahan manusia yang seperti itu dapat ditutupi dengan kesabaran. Kesabaran pada dasarnya akan menguatkan manusia, bukan melemahkan. Sabar merupakan sebuah kekuatan, dan tidaklah sabar itu menjadi sebuah kelemahan. Ada “rahasia di balik rahasia” dalam kesabaran itu sendiri. Ada kekuatan dahsyat yang akan muncul dari kesabaran yang dilakoni.
Kesabaran dan kedisiplinan diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Kita harus bersabar untuk menjadi sabar. Ketika seseorang bertahan menghadapi masalah dalam situasi yang sulit, bukan berarti dia hanya duduk berpangku tangan dan hanya menunggu keajaiban yang akan terjadi. Kesabaran tidaklah sama dengan mengabaikan waktu. Untuk mencapai kemajuan dan kemenangan, kesabaran harus dibarengi dengan daya tahan sabar itu sendiri, juga persiapan untuk membuat langkah selanjutnya ataupun move on.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Langganan:
Postingan (Atom)