Kamis, 16 November 2017

SABAR ITU MEMANG KEREN (BAGIAN KE-2) Oleh: Shabrun Jamil Baharun (Orang Awam Pegiat Dakwah Bekerja Sebagai PAIF Kemenag. Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin. Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaai Wal Mursaliin. Sayyidinaa Wa Mawlaanaa Muhammadin. Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin. Ammaa Ba'du. Allah S.W.T. telah menjelaskan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imron ayat 200, bahwa empat kunci kemenangan dan keberhasilan adalah: SABAR, DAYA TAHAN SABAR, PERSIAPAN UNTUK MEMBUAT LANGKAH SELANJUTNYA alias move on, dan setelah itu: TAQWA. Kesabaran yang tanpa move on tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Allah S.W.T. telah menciptakan alam semesta, dan alam semesta ini selalu bergerak. Ada hukum tarik menarik (Law of Attraction) di alam semesta ini, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, kita pun harus mengikuti hukum alam tersebut. Untuk itu kita harus selalu bergerak mengikuti irama alam ini. Apakah sama kesabaran yang selalu bergerak (dinamis dan move on) dengan kesabaran yang hanya berdiam diri (statis)? Tangkaplah cahaya Ilahi dengan kesabaran. Kesabaran bagi manusia merupakan Dhiya (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan hidup di dunia. Demikian pesan Nabi Muhammad s.a.w. melalui riwayat Imam Muslim. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. mengagumi seorang mukmin yang bila ia memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur, dan bila ia ditimpa musibah, ia memuji Allah dan ia bersabar. Berarti bukan hanya ketika bersyukur kita memuji Allah S.W.T., ketika bersabar (karena ditimpa musibah) pun kita tetap memuji Allah. Dalam Hadits riwayat Turmudzi, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka.” Ada beberapa alasan mendasar mengapa kita harus menggali lebih dalam kesabaran kita dalam hidup. Orang-orang yang bersabar akan menikmati kesehatan mental yang lebih baik. Orang-orang yang bersabar tidak akan banyak mengalami depresi dan emosi negatif, sebab mereka mampu mengatasi situasi-situasi yang membuat orang emosi dan tertekan. Mereka juga memposisikan diri mereka untuk berpikir waras dan merasa terkoneksi dengan hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan, serta memiliki perasaan yang lebih lepas dan bebas. Orang-orang yang bersabar akan menjadi teman yang lebih baik dan tetangga yang lebih baik. Dalam hubungan atau relasi antar personal, kesabaran akan membentuk sebuah kebaikan. Bayangkanlah seorang sahabat yang dapat membuat kita merasa nyaman ketika kita berada dalam keadaan hati yang sedang remuk dirundung masalah yang sangat berat yang sepertinya sulit untuk dihilangkan. Bahkan orang-orang yang sabar cenderung lebih kooperatif, memiliki rasa empati, dan biasanya lebih pemaaf. Dalam hubungan berkelompok, kesabaran dapat menjadi salah satu dari fondasi masyarakat yang berperadaban. Kesabaran akan menjadi perekat kebersamaan dalam bermasyarakat. Kesabaran akan membantu meraih tujuan-tujuan kita. Jika kita ingin meraih tujuan yang telah dirancang dan mencapai keberhasilan, maka kita harus mengasah dan mengelola kesabaran kita. Bukan berarti kita hanya duduk dan menunggu saja. Sekali lagi bukan. Malah kita harus mengerjakannya terlebih dahulu, menempatkan fondasinya, kemudian membangunnya. Manakala kita mengabaikan proses alam ini, itu sama artinya kita melawan hukum alam, dan akhirnya kita akan terpental. SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar