BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
ALHAMDULILLAAH WASSHALAATU WASSALAAMU 'ALAA RASUULILLAH
WA 'ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WA MAWWAALAH.
AMMAA BA'DU.
Since The Qur'an becomes the final Message from Allah Ta'ala to humanity, it always accompanies us wherever and whenever we live in this world. Most of the time, we are unconscious that The Qur'an accompanies this universe including the earth that we live on. It is the Holy Book as well as the Divine Book for the Muslims and its authority is unchallengeable. As the basis of Islam, it constitutes the foundation, as it is the direct Word of Allah and the remaining building of which is the Sunnah (the example) of the Prophet (peace be upon him), which is what Allah has preferred for the Muslims. If we like to see the beauty of the Qur'an, we have to read it, listen to it, and ponder over its meaning. Al-Qur´an has said: "If the whole of mankind and jinns were to gather together to produce the like of this Qur´an, they could not produce the like thereof, even if they backed up each other with help and support."
How many times do we recite The Qur'an a day? How many verses of The Qur'an we recite a day?
What do we feel when we recite The Qur'an every day?
What do we feel when we don't recite The Qur'an every day?
What do we feel when we make The Qur'an as our Company?
What do we feel when we don't make The Qur'an as our Company?
Such rethorial questions above make us contemplating our lives, here in this world and Hereafter upon Judgement Day.
Don't we really want The Qur'an to be our Intercessory in Hereafter?
Don't we really want The Qur'an to be our Company in the Judgement Day?
Yes, it is, The Qur'an uses Arabic language. But remember!!! Arabic of Qur'an language is completely different from Arabic that commonly used all over the world. Even Arabian must study how to read The Qur'an acurately as well as understand it correctly. Arabic of Qur'an language is above the top special Arabic language.
Al-Qur'an is leading us, guiding us to the Lord's Light, and giving us Lord's Mercy.
Never miss Al-Qur'an. Read and recite The Qur'an daily, as It is our Company.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Sabtu, 29 Juli 2017
Kamis, 20 Juli 2017
MAJLIS TA'LIM BEIT EL HIKMA: BERSYUKUR PASCA MUSIBAH -- OLEH: SHABRUN JAMIL (OR...
MAJLIS TA'LIM BEIT EL HIKMA: BERSYUKUR PASCA MUSIBAH -- OLEH: SHABRUN JAMIL (OR...: BISMILLAAH WASSHALAATU WASSALAAMU 'ALAA RASUULILLAAH WA 'ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WA MAWWAALAH AMMAA BA'DU. Setelah kecel...
BERSYUKUR PASCA MUSIBAH -- OLEH: SHABRUN JAMIL (ORANG AWAM PEGIAT DAKWAH, BEKERJA SEBAGAI PENYULUH AGAMA ISLAM KEMENAG KAB. TANGERANG)
BISMILLAAH
WASSHALAATU WASSALAAMU 'ALAA RASUULILLAAH
WA 'ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WA MAWWAALAH
AMMAA BA'DU.
Setelah kecelakaan motor yang saya alami di Kresek pada Hari Selasa pagi yang lalu, karyawan Enjoy Chicken saya satu-satunya mengatakan kepada saya sambil mengurut kaki dan tangan saya, bahwa orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang rajin mengucapkan kata syukur. Menurutnya, mendapatkan musibah saja masih bersyukur, untung tidak lebih parah, atau untung masih selamat tidak sampai mati, serta untung dan untung lainnya. Apalagi kalau mendapatkan rezeki nomplok dalam jumlah besar, langsung sujud syukur atau mungkin speechless (tak mampu berkata apa-apa) karena saking kagetnya ditomplok rezeki besar.
Walaupun karyawan saya satu-satunya ini tidak mengetahui dalil-dalil naqlinya, tapi dalil 'aqlinya sudah mendekati kebenaran. Syukur memang harus diterapkan dalam segala kondisi, senang maupun susah, dalam kenikmatan maupun ketika ditimpa musibah. Sikap hidup Nabi Sulaiman 'alaihissalam memberikan inspirasi bagi kita untuk bersyukur kepada Allah Ta'ala ketika mendapatkan keluasan nikmat hidup. Demikian pula halnya dengan sikap hidup Nabi Ayyub 'alaihissalam yang menjadi inspirator bagi kita ketika mengalami sempitnya hidup dan cobaan musibah yang datang bertubi-tubu.
Saat menulis blog ini saya hanya mampu menulis atau mengetik di komputer dengan tangan kiri, sebab tangan kanan saya masih bengkak sehingga belum bisa digunakan untuk mengetik. Namun Al-Hamdulillah keinginan untuk menuangkan ide kara tulis Dakwah ini tidak dapat dihalangi oleh kondisi bengkaknya tangan kanan saya.
Hanya sekedar menceritakan nikmat Allah Ta'ala, WA AMMAA BI NI'MATI RABBIKA FAHADDITS, statistik pembaca blog Majlis Ta'lim Beit Elhikma sejak November 2016 mencapai 18 ribu lebih pemirsa atau pembaca. Mereka bukan hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Portugal, Malaysia, Saudi Arabia, Rusia, serta negara-negara lainnya. Itulah mengapa sebagian blog Majlis Ta'lim Beit Elhikma ini saya tulis dalam Bahasa Inggris, utamanya ditujukan untuk para pembaca dari luar negeri, syukur-syukur dibaca juga oleh saudara-saudaraku setanah air.
Kembali ke topik semula, kejadian yang menimpa saya dua hari yang lalu akan tetap membuat saya mengucapkan: ALHAMDULILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN 'ALAA KULLI HAAL. Ternyata ALLAH TA'ALA menyuruh saya untuk lebih berintrospeksi diri.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
WASSHALAATU WASSALAAMU 'ALAA RASUULILLAAH
WA 'ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WA MAWWAALAH
AMMAA BA'DU.
Setelah kecelakaan motor yang saya alami di Kresek pada Hari Selasa pagi yang lalu, karyawan Enjoy Chicken saya satu-satunya mengatakan kepada saya sambil mengurut kaki dan tangan saya, bahwa orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang rajin mengucapkan kata syukur. Menurutnya, mendapatkan musibah saja masih bersyukur, untung tidak lebih parah, atau untung masih selamat tidak sampai mati, serta untung dan untung lainnya. Apalagi kalau mendapatkan rezeki nomplok dalam jumlah besar, langsung sujud syukur atau mungkin speechless (tak mampu berkata apa-apa) karena saking kagetnya ditomplok rezeki besar.
Walaupun karyawan saya satu-satunya ini tidak mengetahui dalil-dalil naqlinya, tapi dalil 'aqlinya sudah mendekati kebenaran. Syukur memang harus diterapkan dalam segala kondisi, senang maupun susah, dalam kenikmatan maupun ketika ditimpa musibah. Sikap hidup Nabi Sulaiman 'alaihissalam memberikan inspirasi bagi kita untuk bersyukur kepada Allah Ta'ala ketika mendapatkan keluasan nikmat hidup. Demikian pula halnya dengan sikap hidup Nabi Ayyub 'alaihissalam yang menjadi inspirator bagi kita ketika mengalami sempitnya hidup dan cobaan musibah yang datang bertubi-tubu.
Saat menulis blog ini saya hanya mampu menulis atau mengetik di komputer dengan tangan kiri, sebab tangan kanan saya masih bengkak sehingga belum bisa digunakan untuk mengetik. Namun Al-Hamdulillah keinginan untuk menuangkan ide kara tulis Dakwah ini tidak dapat dihalangi oleh kondisi bengkaknya tangan kanan saya.
Hanya sekedar menceritakan nikmat Allah Ta'ala, WA AMMAA BI NI'MATI RABBIKA FAHADDITS, statistik pembaca blog Majlis Ta'lim Beit Elhikma sejak November 2016 mencapai 18 ribu lebih pemirsa atau pembaca. Mereka bukan hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Portugal, Malaysia, Saudi Arabia, Rusia, serta negara-negara lainnya. Itulah mengapa sebagian blog Majlis Ta'lim Beit Elhikma ini saya tulis dalam Bahasa Inggris, utamanya ditujukan untuk para pembaca dari luar negeri, syukur-syukur dibaca juga oleh saudara-saudaraku setanah air.
Kembali ke topik semula, kejadian yang menimpa saya dua hari yang lalu akan tetap membuat saya mengucapkan: ALHAMDULILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN 'ALAA KULLI HAAL. Ternyata ALLAH TA'ALA menyuruh saya untuk lebih berintrospeksi diri.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Langganan:
Komentar (Atom)