Bismillahirrahmanirrahim.
Al-Hamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin. Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaa-i Wal Mursaliin, Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin, Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
INNAA ANZALNAAHU QUR'AANAN 'ARABIYYAN LA'ALLAKUM TA'QILUUN. " Sesungguhnya Kami Al-Qur'an dengan Bahasa Arab agar kalian mengerti." (Al-Qur'an Surah Yusuf Ayat 2).
Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).
Syaikh Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.” (Kitabul ‘Ilmi).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Setidaknya ada 7 alasan mengapa kita harus mempelajari Bahasa Arab.
Alasan Pertama: Bahasa Arab adalah Bahasa Al-Qur'an Al-Karim. Bahasa Al-Qur'an Al-Karim lebih indah daripada Sastra dan Bahasa Arab terindah yang pernah ada di dunia ini.
Alasan Kedua: Mempelajari Bahasa Arab akan memudahkan kita dalam menghafalkan, memahami, mengajarkan, dan mengamalkan isi Al-Qur'an.
Alasan Ketiga: Orang yang memahami Bahasa Arab, terutama kaedah-kaedahnya, akan lebih mudah memahami Islam dibandingkan orang yang tidak mempelajarinya sama sekali. Bahkan para orientalis Barat harus mempelajari kaedah-kaedah Bahasa Arab terlebih dahulu sebelum memahami Al-Qur'an. Akhirnya mereka mengakui bahwa Bahasa Al-Qur'an adalah bahasa terindah dibandingkan bahasa-bahasa dunia lainnya yang pernah mereka pelajari.
Alasan Keempat: Dengan memahami Bahasa Arab, akan mudah bagi kita untuk menggali ilmu dari ulama secara langsung atau membaca berbagai karya ulama.
Alasan Kelima: Bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, bahasa yang lembut, dan lebih mengenakkan hati serta menentramkan jiwa.
Alasan Keenam: Telah terbukti bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang paling lurus, mudah dpahami, dan mudah digunakan sebagai hukum bagi manusia.
Alasan Ketujuah: Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia. Asal muasal serta akar bahasa dunia adalah Bahasa Arab. Nabi Adam 'alaihissalam berkomunikasi dalam Bahasa Arab, yang kemudian berkembang menjadi bahasa-bahasa yang berbeda di dunia. Junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menggunakan Bahasa Arab. Penduduk surga nanti pun berkomunikasi dalam Bahasa Arab.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.