Jumat, 16 Maret 2018

KOPI (Kajian Online Perkara Iman) Bagian 1 -- Oleh: Shabrun Jamil Baharun (Orang Awam Pegiat Dakwah, PAIF Kemenag Kab. Tangerang)

بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
الحمد للّه والصّلاة والسّلام على رسول اللّه محمّد بن عبد اللّه وعلى آله وصحبه ومن والاه . أمّا بعد .


Yuk, minum KOPI (Kajian Online Perkara Iman)!

Iman dan taqwa ada di dalam dada (hati sanubari). Kadarnya berbeda-beda tingkatannya antara seseorang dengan yang lainnya. Para sahabat Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam di zaman mereka terdahulu menyebutkan bahwa iman ini terkadang bertambah dan terkadang berkurang, terkadang naik dan terkadang turun. Apatah lagi di zaman kita saat ini. Tantangan iman di zaman sekarang ini sungguh jauh lebih berat. Iman bukan lagi hanya naik dan turun, tetapi bisa  masuk dan keluar. Terkadang di dalam dada ini amat takut mengerjakan dosa sebab iman sedang bersemayam dalam hati. Tapi terkadang hasutan syaithan dan nafsu, mengusir iman dari tempat persemayamannya di dalam hati.

Betapa beruntunglah orang-orang yang meskipun berada di zaman yang penuh dengan fitnah, namun senantiasa berpegang pada ajaran Rasulullah shallallaahu’alaihiwasallam. Sebagaimana dalam sebuah hadits, yang maknanya, “Barangsiapa berpegang pada Sunnahku di saat ummatku diliputi kerusakan, maka baginya pahala 100 syuhada”. .

Banyak wanita yang membuka aurat-aurat mereka, namun para muslimah tetap kokoh dalam berhijab, semoga Allah memasukkan mereka yang kokoh berhijab ke dalam golongan utama yang medapatkan pahala 100 syuhada. Betapa  banyak orang yang mencampuradukkan hartanya dengan harta-harta syubhat bahkan haram, namun banyak pula yang masih tetap teguh dalam mencari nafkah hanya harta yang halal saja dan selalu menghindari yang tidak halal, dan semoga Allah memasukkan mereka dan keluarga mereka (golongan yang tetap teguh)  ke dalam golongan yang dijanjikan 100 pahala syuhada. Manakala kebanyakan orang menimbun hartanya sebab takut tertimpa kefakiran dan tak yakin pada janji Allah bahwa setiap sedekah akan Allah balas dengan rezeki berlipat, tetapi kita senantiasa mendawamkan sedekah bahkan wakaf, maka semoga Allah menggolongkan kita sebagai penerima pahala 100 pahala orang yang syahid di jalan Allah. Para syuhada berjuang dengan jiwa mereka, sementara kita  berjuang dengan harta kita. Sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hujurat ayat 15, yang maknanya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”

Cintailah Allah dan RasulNya. Cintailah para Ulama-ul-khair yang menjadi pewaris para Nabi. Do’akan para Ulama-us-su’ agar kembali mendapatkan Hidayah dan Nur (cahaya) Allah. Bergaullah dengan orang-orang Shalih. Bila kita bergaul dengan orang-orang Shalih, meskipun kita sendiri belum benar-benar menjadi orang Shalih, mereka (orang-orang Shalih) pasti akan mendo’akan kebaikan untuk kita tanpa kita sadari.  Boleh bergaul dengan siapa saja (ukhuwwah basyariyah), tetapi jangan keluar dari lingkaran orang-orang Shalih

سبحانك اللّهمّ وبحمد ك أشهد أن لّا إله إلّا أنت أستغفرك وأتوب إليك