Minggu, 20 November 2016

MEMBUKTIKAN KEAGUNGAN AL-QUR'AN (BAGIAN 2) -- Oleh: Shabrun Jamil (Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim.
Asslamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wal-'aaqibatu Lil Muttaqiin.
Wa Laa 'Udwaana Illaa 'Aladdzaalimiin.

Allaahumma Shalli Wa Sallim Wa Baarik 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin
Al-Faatihi Limaa Ughliqa Wal Khaatimi Limaa Sabaqa
Wan-Naashiril Haqqi Bil Haqqi Wal Haadii Ilaa Shiraathikal Mustaqiim
Shallaahu 'Alaihi Wa 'Alaa Aalihii Wa Ashhaabihii Haqqa Qadrihii Wa Miqdaarihil 'Adziim.

Ammaa Ba'du.

MEMBUKTIKAN KEAGUNGAN AL-QUR'AN (BAGIAN 2)
Oleh: Shabrun Jamil (Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Kab. Tangerang)

Mukjizat terbesar Nabi Muhammad shallaahu 'alaihi wa sallam adalah Al-Qur'an. Telah dibuktikan oleh para waliyullah bahwa dengan keberkahan wirid Al-Qur'an segala permasalahan dalam hidup, atas izin Allah, mendapatkan jalan keluar, pikiran yang tenang, dan hati yang lapang. Para ilmuwan (baik ilmu eksak maupun ilmu sosial), juga membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah sumber segala ilmu pengetahun. Pancaran Al-Qur'an memberikan keajaiban dan keilmiahan sekaligus.

Nabi Shalih diutus oleh Allah Ta'ala untuk kaum Tsamud. Nabi Hud diutus olehNya untuk kaum 'Ad.
Firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an Surah Al-Fajr ayat 6-9: Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'aad. Irama dzaatil 'imaad. Allatii lam yukhlaq mitsluhaa fil bilaad. Wa tsamuudalladziina jaabusshakhra bil waad. 
"Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) 'Ad? (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum 'Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi. Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain. Dan (terhadap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah."

Di sebuah lokasi bernama Hisn Al-Ghurab dekat dengan kota Aden, Yaman, ditemukan sebuah naskah kuno beraksara Hymarite (Arab lama) yang bertuliskan, "Kami memerintah dengan menggunakan hukum Hud." Setelah dilakukan penggalian pada tahun 1980, ditemukan sebuah lempeng kuno bertulis, "Shamutu, Ad, dan Iram."

Pada tahun 1992 Nicholas Clapp menemukan perkiraan lokasi kota Iram (Ubhur). Dengan menggunakan jasa pesawat ulang alik Challenger dengan sistem SIR (Satelite Image Radar) dan jasa satelit Perancis dengan sistem penginderaan optik, mereka menemukan sebuah citra (image) digital berupa garis putih di kedalaman 183 meter di bawah pasir, yang merupakan rute kafilah dengan jarak ratusan kilometer. Penggalian Nicholas Clapp pun dilanjutkan. Sebulan kemudian, Clapp menemukan bangunan segi delapan dengan menara-menara yang tingginya mencapai sembilan meter.

Seorang ilmuwan Perancis, Profesor Maurice Bucaile, mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk melakukan sebuah penelitian. Bucaile berhasil membuktikan bahwa Fir'aun mati tenggelam di dalam laut. Ini terbukti dari bekas-bekas garam yang ditemukan di sekujur tubuhnya. Hingga akhirnya Bucaile berkata: "Alangkah agungnya contoh-contoh yang diberikan oleh ayat-ayat Al-Qur'an tentang tubuh Fir'aun yang sekarang berada di ruang mumi Museum Mesir di Kota Kairo. Penyelidikan dan penemuan modern telah menunjukkan kebenaran Al-Qur'an."

Maurice Bucaile bukan hanya meneliti Fir'aun. Banyak penelitian yang telah dilakukannya terhadap fenomena alam. Pada tahun 1976, sang profesor (yang akhirnya masuk Islam) membukukan hasil penelitiannya dengan judul La Bible, Le Coran et La Science (Bible, Al-Qur'an, dan pengetahuan modern).

Saya pribadi (alhamdulillah) telah membaca buku tersebut (versi terjemahan Indonesianya) hingga khatam ketika saya masih kuliah. Namun buku tersebut sudah tidak ada lagi di tangan saya, sebab dipinjam oleh seseorang (pada tahun 90-an) yang saya sendiri sampai lupa siapa yang meminjamnya. Bagaimana pun juga saya sangat senang bila buku tersebut berpindah ke tangan banyak orang, sebab dengan demikian banyak orang pula yang akan membacanya.

Kebenaran tidak memandang dunia Timur dan dunia Barat. Kebajikan tidak dapat diukur dalam versi dunia Timur dan dunia Barat. Al-Qur'an adalah Kitab Suci yang universal bagi dunia Timur, Barat, Utara, maupun Selatan. Sebagaimana Firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 177:
Laisal birra an tuwalluu wujuuhakum qibalal masyriqi wal maghribi walaakinnal birra man aamana billaahi wal yaumil aakhiri wal malaaikati wal kitaabi wan nabiyyiina wa aatal maala 'alaa hubbihii dzawil qurbaa wal yataaamaa wal masaakiina wabnassabiili wassaa-ilina wa firriqaabi wa aqaamasshalaata wa aatazzakaata wal muufuuna bi'ahdihim idzaa 'aahaduu wasshaabiriina fil ba'saa-i waddharraa-i wa hiinal ba'si. Ulaa-ikalladziina shadaquu wa ulaa-ika humul muttaquun.

"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab suci, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar