Rabu, 16 November 2016

EMPAT PILAR SEORANG MUSLIM (SABAR, SHALAT, SYUKUR, SEDEKAH) -- BAGIAN 4

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Innal Hamda Lillaahi Nahmaduhuu Wa Nasta'iinuhuu Wa Nastaghfiruh
Wa Natuubu Ilaih
Wa Na'uudzu Billahi Min Syuruuri Anfusinaa Wa Min Sayyi-aati A'maalinaa
Man Yahdihillaahu Fa Laa Mudlilla Lah
Wa Man Yudhlil Fa Laa Haadiya Lah

Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaai Wal Mursaliin
Sayyidinaa Muhammadin
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin

Ammaa Ba'du.

EMPAT PILAR SEORANG MUSLIM (SABAR, SHALAT, SYUKUR, SEDEKAH) -- BAGIAN 4


Imam Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah meriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ara-aitum law anna naharan bibaabi ahadikum, yaghtasilu fiihi kulla yaumin khamsan, maa taquulu dzaalika yabqaa min darnihii, qaaluu laa yabqaa min darnihii syai-an. Qaaluu: fadzaalika mithlusshalawaatil khamsi yamhullaahu bihal khathayaa. 
"Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai (yang sangat jernih) di depan pintu salah satu rumah kalian, yang di sana kalian mandi lima kali sehari, apakah kalian akan mengatakan masih tersisa kotoran di badan kalian? Mereka menjawab: Tidak tersisa sesuatu pun dari kotoran. Beliau bersabda: Maka itu adalah perumpamaan shalat lima waktu, yang dengannya Allah menghapus segala dosa dan kesalahan."


Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan Imam Ibnu Majah rahimahumullah meriwayatkan sebuah hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu: Undzuruu ilaa man asfala minkum, wa laa tandzuruu ilaa man fawqakum, Fahal ajdaru allaa tazdaruu ni'matallaahi 'alaikum.
"Lihatlah kepada yang di bawah kalian, jangan melihat kepada yang di atas kalian, aku khawatir kalian akan meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepada kalian."


Masih dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: Maa min yaumin yushbihul 'ibaadu fiihi illaa malakaani yanzilaani fayaquulu ahaduhumaa: Allaahua a'thi munfiqan khalafan, wa yaquulul aakhar: Allaahumma a'thi mumsikan talifan.
"Tidaklah seorang hamba melewati sebuah pagi kecuali turun dua malaikat dan berkata salah seorang di antaranya: Ya Allah berilah orang yang berinfaq ganti yang lebih, dan berkata malaikat lainnya: Ya Allah berilah orang yang kikir kebinasaan."

Ketika bermukim di Kota Dammam, Saudi Arabia, saya mengalami sebuah pengalaman unik dan amat berharga untuk dijadikan sebagai sebuah pelajaran. Saat itu tepat Hari Senin sore, menjelang Maghrib. Kebetulan saya bersama dua orang kawan yang sama-sama berasal dari Indonesia (Nurzaman dari Solo dan Nanan Yahya yang asli betawi) sedang berpuasa sunnah. Masing-masing dari kami membungkus tiga buah kurma dengan kertas tisu, sebagaimana ta'jil didahului dengan tiga buah kurma yang menjadi sunnah Rasul. Setelah sampai di masjid dan usai melaksanakan shalat tahiyyatul masjid, karena waktu azan Maghrib semakin dekat, kami membuka bungkusan kertas tisu yang masing-masing kami bawa yang berisikan masing-masing tiga buah kurma. Tiba-tiba Abu 'Ali, salah satu pengurus DKM Masjid tersebut, memberi salam kepada kami. Walaupun berkewarganegaraan Saudi Arabia, tetapi Abu 'Ali sebenarnya berasal dari Yaman.
"Assalamu'alaikum!"
"Wa'alakassalam!"
"Antum shaa-imuun (kalian berpuasa)?"
 "Aywah, nahnu shaa-imuun (ya, kami berpuasa)"
"istand syuwayya, ana aatiikal moyah (tunggu sebentar, saya akan ambilkan air)"
Tak lama kemudian Abu 'Ali kembali ke masjid dengan membawa tiga gelas air putih yang segar. Air putih yang segar itu pun kami terima dengan suka cita.
"Maa yunsaa yaa ikhwah, ad-du'aa-u lii (jangan lupa saudara-saudaraku, berdo'alah untukku)
"Insyaa Allaah yaa abuuy, nad'ullaaha lakal khair (Insya Allah, Pak. kami akan mendo'akan kebaikan untukmu)"

Perkataannya ini diucapkan olehnya berulang-ulang. Kami begitu trenyuh dengan kesungguhannya demi mendapatkan fadhilah amal dari memberi minum orang berpuasa. Kami trenyuh dengan kesungguhannya demi mendapatkan do'a orang berpuasa. Kami masih ingat bahwa gerakannya keluar masjid untuk mengambil air minum dan gerakannya masuk masjid untuk memberikan air minum seperti gerakan orang bergegas. Walaupun hanya memberi minum orang berpuasa, sangat jelas sekali bahwa Abu 'Ali bergerak dan bergegas menuju ampunan Allah Ta'ala.


SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA. .






Tidak ada komentar:

Posting Komentar