Selasa, 29 November 2016

PEMBUNUHAN KARAKTER, SEBUAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR -- Oleh: Shabrun Jamil (PAIF Kemenag Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahilladzii Biyadihil Mulku Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai-in Qadiir.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Habiibinaa Wa Syafii'inaa Wa Dukhrinaa Wa Maulaanaa Muhammadin.
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.

Ammaa Ba'du.


Yaa ayyuhalladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun bi nabain fatabayyanuu an tushiibuu qauman bijahaalatin. (Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 6).
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya."

Yaa ayyuhalladziina aamanujtanibuu katsiiran minaddzanni inna ba'dhadzzanni itsmun wa laa tajassasuu wa laa yaghtab ba'dhukum ba'dhan. (Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12)
"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah saling mencela satu sama lainnya."

Annannabiyya shallallaahu 'alaihi wa sallama qaala: alaa ukhbirukum bikhiyaarikum. qaaluu: balaa yaa Rasuulallaah, qaala: alladziina ru-uu dzukirallaahu Ta'aalaa, qaala alaa ukhbirukum bisyiraarikum, al-musaa-uuna binnamiimati wal mufsiduuna bainal ahibbati, al-baaghuuna lil burraa-i (rawaahu Ahmad).
"Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah kalian aku beritahu siapa orang-orang terbaik di antara kalian?" Para Sahabat menjawab: "Mau, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Yaitu orang-orang yang jika terlihat maka nama Allah yang pasti disebut-sebut.." Beliau melanjutkan, "Maukah kalian aku beritahu siapa orang-orang yang terburuk di antara kalian? Yaitu orang-orang yang suka ke sana ke mari menebarkan desas-desus, merusak (hubungan) di antara orang-orang yang mencintai, dan berusaha menimbulkan kerusakan serta dosa di tengah-tengah orang-orang yang bersih."

Banyak kita temui pada masa kini sekelompok orang atau beberapa kelompok yang gigih dalam usaha-usahanya untuk mencoreng reputasi seseorang. Hal-hal seperti ini memiliki sebuah istilah populer, yaitu pembunuhan karakter. Tindakan ini dapat meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau manipulasi fakta untuk memberikan citra yang tidak benar terhadap orang yang dituju. Pembunuhan karakter merupakan suatu bentuk pencemaran nama baik dan dapat berupa argumen ad hominem. Ad Hominem berarti tertuju pada pribadi atau karakter seseorang, suatu upaya untuk menyerang  kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Penalaran Ad Hominem biasanya dipandang sebagai kesesatan logika. 

Biasanya ada satu hal yang pasti dilakukan oleh para pembunuh karakter bila mana mengalami jalan buntu, baik itu dalangnya maupun pelakunya, yaitu menghalalkan segala cara. Namanya juga membunuh karakter seseorang, jelas menggunakan cara yang tidak halal. Praktek pembunuhan karakter tak terlepas dari usaha perebutan kekuasaan, jabatan, atau pun perebutan uang.

Usaha pembunuhan karakter biasanya masuk lewat jalur pergunjingan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Pergunjingan (baik bersifat nyata maupun virtual) sulit dihindari oleh manusia dalam statusnya sebagai makhluk sosial. Dalam kesehariannya manusia saling berbicara tentang hal-hal ringan, sekedar berbasa-basi, dan saling bertukar canda. Namun kadang kala percakapan akan berlangsung eksesif (berlebihan). Sebagai konsekwensinya, percakapan eksesif akan mengarah kepada pergunjingan sehingga membuka dan menyebarkan aib orang lain.

Biasanya pembunuhan karakter dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah cara terselubung melalui fitnah yang sengaja disebar. Cara kedua adalah cara terbuka melalui propaganda. media massa dan pencitraan negatif. Berita atau informasi yang disuguhkan terus menerus, secara tidak langsung akan mencuci otak para pemirsanya dan menanamkan nilai-nilai baru sebagaimana dimuat dalam berita tersebut.

Biasanya korban pembunuhan karakter adalah individu yang terlibat persaingan. Bisa pula korbannya adalah seseorang yang mempunyai status sosial yang tinggi, mempunyai pengaruh, kekuasaan, dan reputasi. Yang paling sering menjadi korban pembunuhan karakter tingkat tinggi adalah yang merepresentasikan kekuatan ideologis, teoritis, sosial politik, partai, atau pun pergerakan massa.

Ya ALLAH Ya Rabb! Lindungilah kami dari pembunuhan karakter! Amin!

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar