Sabtu, 10 Desember 2016

KAMI MERINDUKANMU WAHAI RASULULLAH (Bagian 2) -- Oleh: Shabrun Jamil (PAIF Kemenag Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahilladzii Arsala Rasuulahuu Bil Hudaa Wa Diinil Haqq
Liyudzhirahuu 'Aladdiini Kullihii Wa Kafaa Billaahi Syahiidaa
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasuulullaah
Allaahumma Shalli Wa Sallim Wa Baarik 'Alaa Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammad
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.

Ammaa Ba'du.

Innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna 'alannabiyy yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa. (Q. S. Al-Ahzaab ayat 56).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang beriman bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Makna shalawat Allah kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah pujian Allah kepada Nabi di hadapan para malaikatNya. Shalawat malaikat kepada Nabi adalah mendo'akan beliau. Shalawat ummatnya berarti permohonan ampun kepada beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam. Allah Ta'ala telah menyebutkan tentang kedudukan hamba dan rasulNya Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam pada tempat yang tertinggi, bahwasanya Dia memujinya di hadapan para malaikat, dan para malaikat pun mendoakan untuknya, lalu Allah memerintahkan segenap penghuni alam ini untuk mengucapkan shalawat dan salam atasnya, sehingga bersatulah pujian untuk beliau di alam yang tertinggi dengan alam yang terendah, yaitu bumi.

Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Man shallaa 'alayya aw sa-ala lii al-wasiilata haqqat 'alaihi syafaa'atii yaumal qiyaamah. "Barang siapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapat wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa'atku pada Hari Kiamat nanti."

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, man shallaa 'alayyaa waahidatan shallallaahu 'alaihi 'asyran. "Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (H.R. Muslim)

Aktsiruu 'alayyaa minasshalaati fii kulli yaumi jumu'ah fa inna shalaata ummatii tu'radhu 'alayya fii kulli yaumi jumu'ah, fa man kaana aktsaruhum 'alayya shalaatan kaana aqrabuhum minnii manzilatan. "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Hari Jum'at. Karena shalawat ummatku akan diperlihatkan kepadaku pada setiap Hari Jum'at. Barang siapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada Hari Kiamat nanti." (H.R. Baihaqi dalam Sunan Al-Kubro, derajat haditsnya adalah hasan lighairihi).

Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah kekasih Allah Ta'ala. Begitu besarnya cinta Allah Azza Wa Jalla kepada hamba dan Nabinya. Terlebih lagi kita sebagai hamba Allah Ta'ala. Bila kita belum mencintai Nabi Muhammad shallaahu 'alaihi wa sallam, berarti ada yang salah dengan diri kita. Mungkin kita belum terbiasa menjalankan sunnah-sunnahnya. Atau mungkin pula kita amat jarang bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Keterkaitan antara meneladani sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan Hari Akhir adalah bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam merupakan pertanda kesempurnaan imannya.

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar