Kamis, 08 Desember 2016

KAMI MERINDUKANMU WAHAI RASULULLAH (Bagian 1) -- Oleh: Shabrun Jamil (PAIF Kemenag Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahilladzii Arsala Rasuulahuu Bil Hudaa Wa Diinil Haqqi Liyudzhirahuu 'Aladdiini Kullihii Wa Kafaa Billaahi Syahiidaa.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyarafil Anbiyaa-i Wal Mursaliin
Sayyidinaa Muhammadin Wa 'Alaa Alihii Wa Shahbihii Ajma'iin.

Ammaa Ba'du.

Dari manakah Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam berasal? Semua pasti bisa menjawab, bahwa beliau berasal dari Jazirah Arab, tepatnya dari Mekkah. Apakah sama watak Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wa salllam dengan watak orang-orang Arab pada umumnya. Bagi yang telah mempelajari Sirah Nabawiyyah (Sejarah Nabi) dan lama bergaul dengan orang-orang Arab selama bertahun-tahun dan tinggal di negara Arab pula, pasti akan menemukan perbedaan yang sangat jauh antara watak orang-orang Arab pada umumnya dengan watak Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam seperti yang diungkapkan dalam Sirah Nabawiyyah.

Sampai saat ini watak orang-orang Arab memang masih dikenal keras. Tetapi watak Nabi Muhammad shallaahu 'alaihi wa sallam amat lembut dan amat mulia. Hanya orang-orang Arab yang mempraktekkan Sirah Nabawiyyah sajalah yang mampu  bersikap lembut dan bersikap mulia. Dalam hal ini saja sudah terbukti bahwa Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam diutus oleh Allah di muka bumi ini bukan hanya untuk orang-orang Arab, tetapi untuk sekalian alam. Apa jadinya Jazirah Arab tanpa diutusnya Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Syeikh (Prof. Dr.) Maliki Al-Hasani (Allah Yarham) pernah dbukakan kassyaf  oleh Allah Ta'ala ketika berada di dalam ruangan makam Nabi Muhammad shallaahu 'alaihi wa sallam. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dari garis Hasan (cucukda Nabi). Ketika itu beliau melihat sosok Nabi yang sedang mencari orang-orang Indonesia seraya berkata; "mana orang-orang Indonesia, aku mencintai mereka dan mereka mencintaiku". Sejak mengalami kejadian itu, Syeikh Maliki datang ke Indonesia dan mengunjungi sebagian Ulama-ulama yang ada di Indonesia. :Tentu saja Ulama-ul khair  (Ulama yang lurus) dan bukan Ulama-ussuu (Ulama yang sudah tidak lurus lagi), sebab Ulama-ul khair adalah para pewaris Nabi.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di dunia, Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebut umatnya sebanyak tiga kali ummatii..ummaatii...ummatii...(ummatku...ummatku...ummatku). Begitu besar cinta Nabi Muhammad shallaahu 'alaihi  wa sallam kepada ummatnya. Disebutkan dalam Shahih Bukhari bahwa beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Kullu Nabiyyin sa-ala su-aalan aw qaala likulli Nabiyyin da'watun qad da'aa bihaa fastujiiba faja'altu da'watii syafaa'atan li-ummatii yaumal qiyaamah. "Semua Nabi memohon permohonan, atau semua Nabi mempunyai do'a yang ketika mereka berdo'a dikabulkan, maka kujadikan do'aku adalah syafaat untuk ummatku di Hari Kiamat". 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar