Senin, 26 Desember 2016

INDAHNYA BERSUCI -- Oleh: Shabrun Jamil (Orang Awam Pegiat Dakwah, Bekerja Sebagai PAIF Kemenag. Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahi Nahmaduhuu Wa Nasta'iinuhuu Wa Nastaghfiruhuu Wa Natuubu Ilaih
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin
Sayyidul Khalaaiqi Wal Basyara
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.

Ammaa Ba'du.

Syarat sah ibadah dalam Islam adalah thaharah atau bersuci. Bersuci dari hadats besar dan hadats kecil dengan sarana air atau dalam keadaan darurat menggunakan batu atau pun daun. Bersuci dengan cara berwudhu juga menggunakan air, atau dalam keadaan darurat menggunakan debu. Mandi pun, baik mandi wajib mau pun mandi sunnah Jum'at juga menggunakan air.

Seorang Pangeran Arab yang sudah agak uzur, ketika berobat dengan seorang dokter Arab yang bukan beragama Islam bertanya kepadanya, tentang cara menghindari penyakit stroke. Sambil tertawa ringan sang dokter yang beragama Nashrani itu menjawab, "Jawabannya ada di Kitab Suci anda. Lakukan saja cara bersuci menurut agama anda. Bila anda membersihkan hidung anda dengan air sambil menghirupnya sedikit dan mengeluarkannya, itu adalah obat untuk mencegah penyakit stroke."

Biasanya orang yang rutin berinsyiqaq dalam wudhunya, ia jarang sekali terkena penyakit pilek. Berdasarkan Hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim, beliau menganjurkan melakukan insyiqaq tiga kali dalam berwudhu setelah bangun dari tidur, sebab syetan menginap di rongga-rongga hidung.

Insyiqaq (menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya kembali) bukanlah bagian dari rukun wudhu. Insyiqaq adalah sunnah berwudhu. Yang sunnah saja banyak memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani kita, apalagi yang wajib.

Seorang wanita petugas laundry di Inggris akhirnya masuk Islam setelah mendapati bahwa pakaian-pakaian orang-orang yang beragama Islam yang dicuci di tempat laundrynya tidaklah sejorok dan sebau orang-orang yang lainnya. Setelah mengetahui bahwa orang-orang Islam selalu bersuci setelah terkena hadats kecil dan hadats besar, dan mengetahui kelebihan-kelebihan dari bersuci ini, ia pun akhirnya  mengucapkan dua kalimah syahadah dan menjadi muallaf.

Beberapa manfaat dan hikmah bersuci  adalah, mendidik manusia agar senantiasa hidup bersih, menjaga diri dari penyakit, menjadi cermin keimanan seseorang, serta meningkatkan kualitas hidup seseorang. Bersuci dari hadats jasmani, menjadi jalan menuju kesucian rohani atau kesucian jiwa (tazkiyatunnafs). Kesucian rohani atau kesucian jiwa menjadi absurd tanpa kesucian jasmani.

Sudahkah kita bersuci dengan benar?

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar