Jumat, 30 Desember 2016

HUBUNGAN VERTIKAL DAN HUBUNGAN HORIZONTAL -- Oleh: Shabrun Jamil (Orang Awam Pegiat Dakwah, Bekerja Sebagai PAIF Kemenag. Kab. Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahatullahi Wa Barakatuh.

Al-Hamdu Lillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaa-i Wal Mursaliin.
Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin.
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.

Ammaa Ba"du.

Dhuribat 'alaihimuddzillatu aina maa tsuqifuu illaa bi hablimminallaahi wa hablimminannaas wa baa-uu bi ghadhabimminallaahi wa dhuribat 'alaihimul maskanah. Dzaalika bi annahum kaanuu yakfuruuna bi aayaatillaahi wa yaqtuluunal anbiyaa-i bighairil haq. Dzaalika bimaa 'ashau wa kaanuu ya'taduun. (Qur'an Surah Ali 'Imron : 112)
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah, dan mereka diliputi kerendahan, yang demikian itu karena mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah, dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar, yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas."

Hablumminallah adalah tata hubungan yang diatur antara manusia dengan Tuhannya dalam hal 'ubudiyyah (ibadah vertikal). Sedangkan hablumminannas adalah tata hubungan yang diatur antara manusia dan makhluk lainnya dalam wujud 'amaliyyyah sosial (ibadah horizontal).

Cara pertama dan yang paling utama untuk membina hablumminallah adalah jangan sampai kita berbuat syirik kepadaNya, baik syirik akbar (syirik besar) maupun syirik ashgar (syirik kecil) atau syirik khafiy (syirik tersembunyi). Syirik akbar adalah menyekutukan Allah, bahkan meminta bantuan kepada jin ataupun syetan termasuk syirik akbar. Sedangkan syirik ashgar atau syirik khafiy adalah beribadah yang bukan diniatkan semata-mata karena Allah Ta'ala, tetapi hanya mengharapkan pujian manusia terhadap ibadah yang dilakukannya. Kecuali jika ibadahnya itu dilakukan dengan niat untuk memotivasi orang lain, dalam rangka Dakwah dan Syi'ar Islam,  agar orang lain mau beribadah pula, maka itu sama sekali bukan termasuk syirik ashgar, malah hal itu termasuk yang dianjurkan.

Kemudian menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangaNya. Sebagai insan biasa, tentu dalam perjalannya akan menemui kendala dan rintangan dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Sebagai solusinya, Allah memerintahkan kita untuk bertaqwa kepadaNya sebisa yang kita mampu.

Setelah itu jangan lupa berdo'a. Betapa angkuhnya kita sebagai manusia jika kita tidak pernah berdo'a kepada Allah. Mengapa kita harus berdo'a? Sebab do'a adalah otaknya ibadah dan salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah Ta'ala. Do'a menjadi bukti benarnya iman dan pengenalan seseorang pada Allah Ta'ala. Do'a kita kepada Allah Ta'ala menunjukkan bahwa kita meyakini bahwa Allah itu ada dan Allah Maha Mencukupi, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Mampu.

Shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga merupakan bagian dari hablumminallah. Realitanya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bershalawat kepada Nabi. Betapa pelitnya kita sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, jika kita tidak bershalawat kepada beliau manakala disebut nama beliau. Siapa pun pasti mengakui bahwa beliau adalah kekasih Allah Ta'ala, dan kita sebagai ummatnya sangat mencintai beliau.

Akhlak yang baik terhadap sesama manusia menjadi wujud dari hablumminannas. Yang pertama harus dijaga dalam akhlak adalah hubungan kita kepada orang tua kita. Kuncinya, keridhoaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua. Saat kita tidak mengasihi orang tua kita, maka Allah pun akan enggan mengasihi kita. Sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang bernama Al-Qomah radhiyallahu 'anhu pun sampai mengalami kesulitan dalam menghadapi sakaratul maut, karena ketiadaan ridha dari ibundanya yang mungkin bagi kita hanya disebabkan oleh suatu hal yang sepele. Melihat hal ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi sedih bukan kepalang. sebab beliau sangat paham betul akan ketaatan Al-Qomah kepada Allah dan RasulNya. Setelah adanya ancaman untuk membakar Al-Qomah, gertak yang berbentuk ancaman sebagai sebuah usaha terakhir untuk meluluhkan hati ibunda Al-Qomah, akhirnya nurani keibuan ibunda Al-Qomah muncul ke permukaan dan membuat hatinya luluh dan mau memaafkan Al-Qomah.

Bergaul dengan sesama manusia secara baik adalah satu rangkaian dengan taqwa serta menghapus keburukan dengan kebaikan. Rangkaiannya yang benar adalah taqwa -- menghapus keburukan dengan kebaikan -- bergaul dengan sesama manusia secara baik. Bila ada salah satu yang hilang atau pun dihilangkan, berarti ada mata rantai yang hilang. Hablumminallah dan hablumminannas, hubungan vertikal dan hubungan horizontal, ada pada ketiga prinsip tersebut.

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar