Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Al-Hamdu Lillaah Nahmaduhuu Wa Nasta'iinuhuu Wa Nastaghfiruhuu Wa Natuubu Ilaih
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Asyrafil Anbiyaa-i Wal Mursaliin
Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
Belajar ridho terhadap Qadha dan Taqdir Allah Ta'ala berarti belajar untuk Qana'ah. Qana'ah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat Qana'ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah kehendak Alla Ta'ala.
Proses Qana'ah terjadi setelah adanya ikhtiyar dan ijtihad kita. Sangat tidak pantas bagi kita untuk ber-Qana'ah tanpa berusaha dan berupaya dengan maksimal. Belum apa-apa sudah bilang Qana'ah tanpa berupaya dan berusaha terlebih dahulu sebelumnya, jelas itu namanya Kasal atau sikap malas. Pelakunya disebut Kaslan atau orang malas. Allah melarang kita memiliki sifat Kasal tadi.
Qana'ah memiliki fungsi stabilisator, yakni seorang muslim yang memiliki sifat qana'ah akan selalu berlapang dada, berhati tenteram, merasa kaya dan berkecukupan, dan bebas dari keserakahan. Qana'ah juga memiliki fungsi dinamisator, yaitu bahwa kekuatan batin akan mendorong seseorang untuk meraih kemenangan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah Ta'ala.
Ketika Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya, "Bagaiman hukum ridha kepada qadar (taqdir Allah), apakah do'a dapat mengubah Qadha?, beliau menjawab: "Ridha pada Qadar hukumnya wajib, karena hal itu termasuk kesempurnaan ridha terhadap rububiyyah Allah. Maka setiap mu'min harus ridha kepada Qadha Allah. Namun Muqadha (sesuatu yang diqadha atau ditetapkan sebelum taqdir) masih perlu dirinci, karena sesuatu yang diqadha berbeda dengan Qadha itu sendiri. Qadha adalah perbuatan Allah, sedangkan sesuatu yang diqadha adalah sesuatu yang dikenai Qadha. Maka Qadha yang merupakan perbuatan Allah harus kita relakan dalam kondisi apa pun, dan kita tidak boleh membencinya selamanya."
Kunci sikap ridha terhadap Qadha dan Qadar Allah Ta'ala adalah sikap Qana'ah. Tanpa password Q-a-n-a-a-h, tidak akan terbuka sikap ridha kita terhadap Qadha dan Qadar Allah Ta'ala. Dengan sikap Qana'ah, akan terimplementasi pula sikap hidup Radhiitu Billaahi Rabbaa, Wa Bil Islaami Diinaa, Wa Bi Muhammadin Nabiyyaa Wa Rasuulaa.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar