Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Al-Hamdu Lillaah Wasshalaatu Wassalaamu ‘Alaa Rasuulillah
Wa ‘Alaa Aalihii Wa Shahbihii Wa Man Waalah
Ammaa Ba’du.
Umumnya manusia mengklaim bahwa mereka mengerti apa arti kehidupan. Realitanya? Banyak manusia yang tidak paham arti kehidupan. Buktinya? Banyak dari mereka yang hanya berlomba-lomba meraih kesenangan-kesenangan hidup duniawi . Mereka berprinsip bahwa mereka dapat menikmati kehidupan, seperti halnya tumbuhan yang berawal dari biji-bijian, kemudian menguning dan mati tanpa adanya kebangkitan serta hisab atau perhitungan.
Untuk apa kita hidup? Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat: 56 menjawabnya:
Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun.
“(Allah berkalam) dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk menyembahKu.”
Berapa lamakah sebenarnya kita hidup di dunia? Al-Qur’an menjelaskan bahwa satu hari kehidupan di akhirat sama dengan seribu tahun kehidupan di dunia Bila satu hari dihitung dua puluh empat jam, maka satu hari di akhirat sama dengan delapan ratus tujuh puluh enam ribu jam di dunia. Berapa lamakah kita hidup di dunia dibandingkan dengan kehidupan akhirat? Bila kita kalkulasikan dengan segala keterbatasan kalkulasi yang bersifat manusiawi, maka kehidupan 1 hari di dunia sama dengan 0,00006575342 jam di akhirat. Jumlah itu sangat jauh kurangnya dari ukuran 1 jam. Betapa sebentarnya kita hidup di dunia ini.
Sekarang mungkin kita masih terbawa dengan perasaaan bahwa hidup kita ini lama dan langgeng dengan segala cita-cita dan perencanaan yang kita pikirkan.
Namun seketika semua itu akan hilang.
Seketika semua yang digenggam akan lenyap.
Kapankah? Ketika ajal menjemput.
Tatkala tiba saatnya, tiada lagi kesempatan untuk memperbaiki amal perbuatan.
Hanya tiga perkara yang mampu merevisi hasil perhitungan amal perbuatan;
Shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan oleh banyak orang, serta anak shaleh yang selalu mendo’akan.
Sebelum tiba ajal, waktu seperti lama dan biasa-biasa saja. Namun ketika tanda-tanda kematian hadir di pelupuk mata tanpa mampu dilihat oleh orang lain selain dirinya, waktu begitu terasa cepat dan sekejap.
Kita ambil analogi ketika kita masih menjalani kehidupan di dunia ini. Tatkala jatuh tempo atau tiba saatnya untuk membayar apa pun, atau menyerahkan apa pun, tak terasa waktu seperti cepat berlalu, tahu-tahu sudah jatuh tempo.
Baik materi maupun immateri, baik fisika maupun metafisika, semua berlaku hukum relativitas. Di dunia ini tidak ada satu pun ukuran dan satuan yang mutlak. Yang mutlak hanyaah ukuran yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala.
Allah telah menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji kita sebagai makhlukNya. Kehidupan adalah ujian, begitu pun kematian juga merupakan ujian. Outputnya adalah nilai amal perbuatan. Hasil ujian yang berupa nilai amal perbuatan tidak diumumkan di dunia ini, tetapi diumumkan di Hari Pengadilan Allah kelak.
Sering-seringlah mengingat kematian, agar hidup di dunia tidak terlena dan terperosok.
Kehidupan bertanya kepada kematian, “Mengapa banyak yang mencintai sekaligus membenciku?”
Kematian menjawab, “Karena engkau adalah kebohongan yang menyenangkan.”
Lalu Kematian bertanya, “Mengapa banyak yang membenciku?”
Kehidupan menjawab, “Karena engkau adalah kebenaran yang menyakitkan.”
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar