Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Al-Hamdu Lillaahil Waahidil Qahhaar
Wasshalaatu Wassalaamu 'Alaa Sayyidil Khalaaiqi Wal Basyar
Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammadin
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
Semua orang telah mengetahui bahwa manusia adalah genre makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah Ta'ala. Maka dari itulah Allah Ta'ala menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Namun demikian, adakalanya manusia belajar dari makhluk ciptaan Allah lainnya, bahkan menjadikannya sebagai inspirasi.
Nabi Adam 'alaihissalam diajarkan secara langsung oleh Allah Ta'ala. Setalah istrinya, Siti Hawa, diciptakan olehNya, Nabi Adam 'alaihissalam lah yang mengajarkan istrinya. Seiring dengan berjalannya waktu, anak-anaknya yang lahir dari rahim istrinya, diajarkan oleh kedua orang tua mereka.
Pasca terjadinya tragedi pembunuhan pertama dalam sejarah kehidupan manusia, Qabil yang baru saja membunuh saudara kandungnya, duduk dengan perasaan takut dengan segala kegalauan dan kegundahkelanaannya. Ia terus menatap tubuh saudaranya yang sudah tak bernyawa dengan kebingungan yang sangat, akan diapakan mayat saudaranya ini. Peristiwa ini diabadikan di dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 30-31:
Fa Thawwa'at lahu nafsuhuu qatla akhiihi faqatalahuu fa ashbaha minal khaasiriin. Fa ba'atsallaahu ghuraabayyabhatsu fil ardhi liyuriyahuu kaifa yuwaarii sauata akhiih. Qaala yaa wailataa a'ajaztu an akuuna mitsla haadzal ghuraabi fa uwaariya sauata akhii. Fa ashbaha minannaadimiin.
“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi” Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal."

Burung gagak dikirim oleh Allah Ta'ala untuk memberikan inspirasi bagi manusia tentang bagaimana cara menguburkan mayat.
Manusia juga terinspirasi oleh hewan unggas berjenis burung untuk membuat kendaraan yang bisa terbang. Dibutuhkan beratus-ratus percobaan untuk berhasil membuat pesawat terbang. 
Ada pula inspirasi hewan yang tidak semua orang mau melakukannya disebabkan oleh egonya. Hewan itu adalah hewan unggas berjenis bebek. Inspirasinya adalah budaya antri. Tidak pernah kita lihat sekawanan bebek yang saling menyerobot satu sama lainnya. Semuanya berjalan beriringan dengan tertib. Bandingkan dengan iring-iringan kendaraan di jalan-jalan. Kendaraan-kendaraan yang telah rela untuk mengantri, acap kali "dikhianati" oleh kendaraan yang berada di belakang, atau dengan santainya kendaraan-kendaraan lain menyelonong maju dengan cara turun ke bahu jalan, atau bahkan masuk ke jalur arah berlawanan. Sering kali beberapa kendaraa dengan santainya menyerobot atau mepet-mepet minta dikasih tempat.
Banyak pula kasus antrian manusia yang berujung kepada kericuhan, bahkan memakan korban jiwa. Penyebabnya bisa karena kesalahan para pengantri yang lebih mengedepankan ego dan nafsu, serta "rasa takut tidak kebagian" yang berlebihan, bisa karena penyelenggaranya yang tidak sanggup menata dan mengelola antrian. Penyebab kedua inilah yang biasanya berakibat fatal. Ketidaksanggupan penyelenggara dalam menata dan mengelola antrian akan meyebabkan para pengantri seperti tidak diperlakukan manusiawi. Oleh karenanya, mari sama-sama kita menata dan mengelola diri.
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar