Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Innal Hamda Lillaah
Nahmaduhuu Wa Nasta'iinuhuu Wa Nastaghfiruh
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah
Wa Asyhadu Anna Muhammadan 'Abdahuu Wa Rasuuluh
Allaahumma Shalli Wa Sallim Wa Baarik 'Alaa Sayyidinaa Wa Nabiyyinaa Muhammad
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shahbihii Ajma'iin.
Ammaa Ba'du.
Setiap orang dan segala sesuatu pada hakekatnya tak memiliki daya ketika berhubungan dengan Allah Yang Maha Agung. Tiada seorang pun dan tiada sesuatu pun yang memiliki kekuatan tanpa pemberian Tuhan. Manakala Tuhan Yang Maha Agung memberikan kekuatan kepada hamba-hambaNya, niscaya mereka akan menjadi kuat. Namun demikian, hal itu justru merefleksikan totalitas ketidakmampuan. Ketika seorang hamba menyatakan ketidakmampuannya di hadapan Tuhannya, inilah yang menjadi sebuah kehormatan bagi seorang hamba, dan sebagai akibat dari kerendahdiriannya maka Tuhan akan memberikannya kekuatan dan menyokongnya dalam segala situasi. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang hamba yang pertama kali menyatakan ketidakberdayaannya pada saat merasakan kehadiran Tuhan. Oleh karenanya, Allah Ta'ala memberikannya karunia kekuatan yang lebih dibandingkan hamba-hamba lainnya yang pernah diberikan karunia olehNya. Hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi ummat manusia, bahwa jika kita ingin mencari dukungan Tuhan dan kekuatan spiritual yang lebih, yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengakui ketidakberdayaan kita.
Para ilmuwan fisika berusaha keras untuk membuka tabir alam semesta. Setelah terbuka tabirnya satu per satu, mereka mulai berusaha membuka tabir konsep dan pikiran Tuhan. Semakin keras usaha mereka membuka tabir konsep dan pikiran Tuhan, semakin mereka mengakui ketidakberdayaan mereka. Tabir alam semesta mampu mereka temukan jawaban-jawabannya walaupun tidak mampu menuntaskannya, namun mereka tidak pernah mampu sekali pun menganalisa pikiran Tuhan, Bahkan saking tidak berdayanya jangkauan akal pikiran mereka menembus konsep dan pikiran Tuhan, sampai ada yang frustasi dan mengambil kesimpulan yang salah, bahwa alam semesta terjadi dengan sendirinya. Yang seperti itu mungkin dapat kita sebut sebagai oknum ilmuwan fisika, sebab masih banyak ilmuwan fisika dunia lainnya yang semakin lama semakin takjub dan kagum semaksimal-maksimalnya dengan kebesaran Tuhan.
Hati serta pikiran, tubuh, dan jiwa, menjadi elemen-elemen penting dalam membangun kekuatan diri. Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memberikan itu semua sebagai modal penting kita bagi kita sebagai hamba-hambaNya. Kekuatan diri kita ditopang oleh spirit, itulah yang banyak orang sebut sebagai kekuatan spiritual. Syeikh Yusuf Al-Qardhawi menyatakan bahwa kekuatan spiritual bermula dari penanaman (peniupan) roh ketuhanan atau spirit Ilahi ke dalam diri manusia, yang menyebabkan manusia menjadi makhluk yang unggul dan unik. (Qur'an Surah Shad : 71 - 72 dan Qur'an Surah Al-Mu'minun : 14)
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar