Minggu, 01 Oktober 2017

HINDARI BANYAK HUTANG -- Oleh: Shabrun Jamil Baharun (Orang Awam Pegiat Dakwah, Bekerja Sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional, Kemenag. Kab. Tangerang)

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM. AL-HAMDU LILLAAHI WASSHALAATU WASSALAAMU ‘ALAA RASUULILLAAH WA ‘ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WA MAN WAALAH. AMMAA BA’DU. Dalam salah satu doanya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Mengapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Jika seseorang berhutang, apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mengingkari.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari). Dalam hadits lain yang juga riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barang siapa meminjam harta orang lain dengan niat ingin mengembalikannya, Allah akan mengembalikan pinjaman itu, namun siapa yang meminjamnya dengan niat ingin merugikannya (orang yang dipinjam), maka Allah akan merugikannya (orang yang meminjam).” Dalam Islam, berhutang diperbolehkan bagi mereka yang memerlukannya. Meskipun begitu, tidak boleh dijadikan sebagai cara yang ditempuh untuk bermegah-megah, atau dengan leluasa dibuat tanpa keperluan dan bukan dengan asas yang benar dan syar’i. Banyak faktor yang menyebabkan tabiat suka berhutang, yaitu cinta akan dunia, tamak (rakus), riya dan mengharapkan pujian orang lain, takabbur (arogan), shum’ah (berbangga diri) dan suka pamer, serta tidak pandai bersyukur. Sangat tidak baik jika kita masih memiliki prinsip, “negara saja banyak hutang, masak saya tidak boleh banyak hutang?” Sejatinya kita mulai dari diri pribadi kita terlebih dahulu untuk tidak banyak berhutang. Banyak hutang adalah sebuah jeratan fatamorgana, yang mana semakin bertambah jumlah hutang kita, semakin bertambah pula jumlah penderitaan dan kesengsaraan hidup kita. Lalu bagaimana solusi agar kita terlepas dari jeratan hutang? Hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini menjadi jawabannya: “Hakiem bin Hizam radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah, dan dahulukan keluargamau (orang-orang yang wajib kamu belanjai), dan sebaik-sebaik sedekah itu dari kekayaan (yang berlebihan), dan siapa yang menjaga kehormatan diri (tidak minta-minta), maka Allah akan mencukupinya, demikian pula siapa yang merasa sudah cukup (berusaha untuk merasa cukup), maka Allah akan membantu memberinya kekayaan (kecukupan).’” SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BI HAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar